top of page

Ternyata, ada Hubungan Kemampuan Bicara dan Kemampuan Kognitif Anak

11 minutes ago
2 min read
Kemampuan bicara dan kognitif anak

Ketika mendengar kata kognitif, mungkin yang terlintas adalah kemampuan anak untuk mengingat, berhitung, atau memecahkan masalah. Namun, tahukah Mom and Dad bahwa kemampuan bahasa juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan kognitif anak?. Bahasa bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi. Melalui bahasa, anak dapat memahami informasi, menyimpan pengetahuan, mengungkapkan pikiran, dan belajar dari lingkungan sekitarnya.


Apa Hubungan Bahasa dan Perkembangan Kognitif Anak?

Bahasa dan kognitif memiliki hubungan yang sangat erat. Bahasa membantu anak dalam proses berpikir, memahami informasi, dan mengenali dunia di sekitarnya. Perszyk dan Waxman (2018) menjelaskan bahwa kekuatan bahasa manusia berasal dari hubungannya dengan kemampuan kognitif.


Misalnya, ketika anak mempelajari kata “apel”, anak tidak hanya belajar mengucapkan sebuah kata. Ia juga belajar mengenali bentuk dan warna, memahami bahwa apel dapat dimakan, mengingat pengalaman sebelumnya, serta menghubungkan kata dengan maknanya. Dengan kata lain, bahasa membantu anak memberi makna pada apa yang ia lihat, dengar, dan alami.


Bagaimana Kemampuan Bahasa Memengaruhi Cara Anak Berpikir dan Belajar?

Seiring bertambahnya usia, penggunaan bahasa anak semakin kompleks. Anak mulai menggunakan bahasa untuk bertanya, menjelaskan alasan, menceritakan pengalaman, membandingkan sesuatu, hingga menyampaikan pendapat. Proses tersebut melibatkan kemampuan memahami informasi, mengingat, menghubungkan pengalaman, dan menyusun pikiran. Penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan bahasa dan fungsi kognitif bersifat dua arah. Bahasa berperan dalam perkembangan fungsi kognitif, sementara kemampuan seperti perhatian dan memori juga mendukung perkembangan bahasa anak.


Apa Peran Terapi Wicara dalam Perkembangan Bahasa Anak?

Dalam Terapi Wicara, kemampuan anak tidak hanya dilihat dari “sudah bisa bicara atau belum.” Terapis Wicara juga memperhatikan bagaimana anak menggunakan bahasa untuk memahami, menyampaikan informasi, belajar, dan berinteraksi. Stimulasi bahasa tidak harus selalu berupa latihan mengucapkan kata. Membaca buku, bermain, bercerita, dan berdiskusi juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk menggunakan bahasa sekaligus mengolah informasi.


Bagaimana Mom and Dad Mendukung Perkembangan Bahasa dan Kognitif Anak?

Mom and Dad dapat memberikan stimulasi sederhana melalui kegiatan sehari-hari:

  • Ajak anak membaca buku dan membicarakan isi ceritanya.

  • Kenalkan kata dan konsep baru melalui permainan.

  • Ajak anak bercerita tentang pengalaman sehari-hari.

  • Berikan kesempatan untuk bertanya dan berpendapat.

  • Gunakan percakapan dua arah, bukan hanya meminta anak mengulang kata.


Bahasa Lebih dari Sekadar Bicara

Bahasa bukan hanya tentang suara atau kata yang keluar dari mulut anak. Bahasa menjadi salah satu cara anak memahami, mengingat, belajar, dan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Karena itu, ketika Mom and Dad mengajak anak berbicara, membaca buku, atau bercerita, sebenarnya Mom and Dad sedang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus kognitifnya. Sebab, di balik setiap kata yang dipelajari anak, ada proses berpikir dan belajar yang sedang tumbuh.


BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan layanan psikologi anak, terapi wicara, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy untuk membantu orang tua memahami kondisi anak dan cara menemaninya di rumah.

Comments


bottom of page