3 Hal yang Bisa Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Masih Suka Mengulang Kata

Anak Anda suka mengulang kata atau kalimat yang baru saja Anda ucapkan. Ditanya “Mau minum?”, ia menjawab “Mau minum?” dengan nada yang sama. Di waktu lain, ia mengulang dialog video favoritnya berkali-kali. Anda ingin membantu, tetapi bingung harus mulai dari mana, dan khawatir salah menanggapi.
Echolalia: Meniru, tetapi Belum Tentu Tanpa Makna
Echolalia adalah kebiasaan mengulang kata atau kalimat yang didengar, baik langsung maupun beberapa waktu kemudian. Pada anak yang sedang belajar bicara, meniru adalah langkah wajar. Echolalia menjadi perlu diperhatikan bila bertahan lama, sangat dominan, dan belum berkembang menjadi ucapan yang dibuat sendiri.
Echolalia tidak selalu berarti anak tidak berniat berkomunikasi. Pada sebagian anak, mengulang kalimat adalah cara menyampaikan sesuatu atau menenangkan diri. Karena itu, yang pertama dibaca adalah maksudnya, bukan hanya bunyinya.
Hal 1: Bacalah Maksudnya, Lalu Jawab Seolah Ia Berbicara
Saat anak mengulang “Mau minum?”, coba tanggapi seolah ia sedang meminta: “Oh, Adik mau minum. Ini minumnya.” Dengan begitu anak mendapat contoh bahwa kalimat itu bisa dipakai untuk menyampaikan keinginan, dan ia tidak merasa dikoreksi. Hindari menegur atau menyuruhnya berhenti, karena mengulang kadang menjadi jembatan anak untuk berkomunikasi.
Hal 2: Beri Contoh Kalimat Pendek dan Beri Jeda
Gunakan kalimat singkat yang jelas, misalnya “Mau susu” atau “Buka pintu”. Setelah itu diam beberapa detik dan beri anak kesempatan menjawab. Bila anak hanya mengulang pertanyaan, tunjukkan jawabannya: tawarkan dua pilihan sambil menunjuk bendanya (“Susu atau air?”), lalu ucapkan jawabannya sendiri (“Susu”). Ulangi dalam rutinitas yang sama setiap hari, seperti saat makan atau mandi, supaya anak punya waktu memahami polanya.
Hal 3: Konsultasikan ke Terapis Wicara dan Psikolog Anak
Dua langkah di atas membantu di rumah, tetapi tidak menggantikan penilaian profesional. Terapis wicara dapat menilai apakah echolalia anak berfungsi sebagai komunikasi, bagaimana pemahaman bahasanya, dan latihan apa yang cocok. Psikolog anak membantu melihat gambaran perkembangan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan kondisi lain yang menyertai. Echolalia bukan diagnosis, dan tidak otomatis berarti ASD.
Pertimbangkan konsultasi bila:
Echolalia berlangsung lama dan anak belum mengucapkan kalimat sendiri.
Anak jarang merespons saat dipanggil atau kurang tertarik berinteraksi.
Kemampuan bicara yang sudah ada menghilang.
Anda merasa kehabisan cara untuk berkomunikasi dengan anak.
Mencari bantuan lebih awal bukan tanda Anda berlebihan atau gagal mendampingi anak. Catatan sederhana atau video singkat tentang kapan echolalia muncul akan sangat membantu saat konsultasi.
BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan terapi wicara, psikologi anak, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, BFL SQP Gading Serpong, Tangerang terbuka untuk konsultasi bersama psikolog anak.
.png)



Comments