Anak Sulit Mengelola Emosi? Kenali Kinesiology Therapy sebagai Pendamping Psikologis

Anak Anda tiba-tiba menangis atau marah tanpa sebab yang jelas. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, ia mengeluh sakit perut, padahal dokter tidak menemukan masalah medis. Tubuhnya tampak tegang, sulit diam, dan mudah lelah saat menghadapi hal baru. Setiap kali ditanya, jawabannya hanya “Nggak tahu, Ma.” Dalam hati Anda bertanya-tanya: “Apakah ini hanya fase? Atau ada perasaan yang sulit ia ungkapkan dan belum saya sadari?”
Mengapa Emosi Anak Bisa Terasa di Tubuhnya?
Anak belum selalu memiliki kosakata untuk menjelaskan perasaannya. Karena itu, rasa cemas, takut, atau tertekan sering tampil lewat tubuh dan perilaku. Anak yang cemas dapat mengeluh sakit perut, sementara anak yang tertekan dapat tampak kaku atau gelisah. Memperhatikan sinyal tubuh membantu orang tua dan psikolog memahami apa yang mungkin sedang dirasakan anak. Hal ini lah yang membuat sering kali terlihat bahwa anak sulit mengelola emosi.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan: sering mengeluh sakit perut atau kepala tanpa sebab medis yang jelas, tubuh tampak tegang atau sulit rileks, mudah menangis atau marah saat menghadapi situasi baru, sulit tidur atau mudah terbangun, serta menghindari situasi tertentu seperti sekolah atau bertemu orang baru. Tanda-tanda ini bukan diagnosis. Keluhan fisik yang berulang sebaiknya dikonsultasikan juga dengan dokter untuk menyingkirkan penyebab medis. Yang perlu diamati adalah berapa lama berlangsung dan seberapa besar pengaruhnya terhadap keseharian anak.
Cara Membantu Anak Mengenali Sinyal Tubuhnya
Orang tua dapat mulai dari hal sederhana. Ajak anak menyebutkan bagian tubuh yang terasa tidak nyaman, misalnya “perutmu terasa seperti apa sekarang?”. Latihan napas pelan sambil bermain tiup balon atau meniup gelembung, peregangan ringan sebelum tidur, dan pelukan hangat dapat membantu anak merasa lebih tenang. Memberi nama pada perasaan, seperti “kamu tampak takut ya”, juga membantu anak menghubungkan sensasi tubuh dengan emosinya.
Meski begitu, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang langsung ingin bercerita, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Hindari memaksa anak berbicara sebelum ia siap, sebab hal ini justru dapat membuatnya semakin menutup diri.
Berproses Melalui Kinesiology Therapy
Kinesiology Therapy adalah pendekatan pendampingan yang memperhatikan hubungan antara tubuh dan kondisi emosi anak. Di BFL SQP Gading Serpong, pendekatan ini ditangani oleh psikolog anak sebagai pelengkap proses asesmen dan pendampingan psikologis. Tujuannya bukan menggantikan terapi lain, melainkan membantu anak lebih peka terhadap sinyal tubuhnya dan merasa lebih tenang.
Pendekatan ini bukan alat diagnosis medis maupun psikologis. Pada banyak anak, emosi memang muncul lewat tubuh lebih dulu sebelum bisa diungkapkan dengan kata-kata, dan hasil pendampingan dapat berbeda pada tiap anak.
Mengenal Kinesiology Therapy dan Pendampingan Psikologis
Pendampingan ini dilakukan oleh psikolog anak. Prosesnya diawali wawancara dengan orang tua dan observasi terhadap anak, kemudian psikolog menilai apakah pendekatan ini sesuai dengan kebutuhannya. Sesi dilakukan dalam suasana yang nyaman dan disesuaikan dengan usia anak, serta dapat dipadukan dengan pendampingan psikologis lain. Orang tua juga memperoleh arahan tentang cara menemani anak di rumah.
Kapan Sebaiknya Orang Tua Mempertimbangkan Konsultasi Profesional?
Emosi yang naik turun dan keluhan tubuh sesekali adalah hal yang wajar pada anak. Namun, beberapa kondisi berikut layak dijadikan pertimbangan untuk berkonsultasi:
Emosi anak sering meledak atau berubah dengan cepat, dan tidak kunjung membaik.
Keluhan tubuh seperti sakit perut atau kepala muncul berulang saat anak tertekan.
Anak sulit tenang meski sudah didampingi di rumah.
Kecemasan anak mulai mengganggu sekolah, tidur, atau pertemanan.
Anak tampak berubah sejak peristiwa tertentu, seperti pindah sekolah atau kehilangan.
Anak mengatakan ingin menyakiti diri atau tidak ingin hidup (segera cari bantuan profesional), atau Anda merasa kehabisan cara untuk mendampinginya.
Tubuh dan emosi anak saling berhubungan, dan sinyal yang muncul lewat tubuh sering kali merupakan cara anak mengatakan bahwa ada yang sulit ia ungkapkan. Yang terpenting, anak tidak melewatinya sendirian. Dengarkan tanpa memaksa, perhatikan berapa lama perubahan itu berlangsung, dan bila mulai memengaruhi keseharian, mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat, bukan tanda bahwa Anda gagal mendampingi.
BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan layanan psikologi anak, terapi wicara, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, BFL SQP Gading Serpong, Tangerang terbuka untuk konsultasi bersama psikolog anak
.png)



Comments