top of page

Mengamati Perkembangan Anak Sehari hari di Rumah

21 hours ago
3 min read

Mengamati perkembangan anak di rumah

Setiap kali membaca soal tumbuh kembang anak, Anda mungkin jadi bertanya-tanya: “Apakah anak saya berkembang sesuai harapannya?” Tapi tidak semua orang tua tahu harus memperhatikan apa, atau khawatir malah jadi terlalu mengkhawatirkan hal-hal kecil.


Kabar baiknya, cara mengamati perkembangan anak sehari-hari tidak membutuhkan keahlian khusus. Orang tua tidak perlu menjadi ahli untuk mulai memperhatikan pola, perubahan, dan kebutuhan anak — cukup dengan memperhatikan aktivitas sehari-hari yang sudah biasa dilakukan bersama.


Area yang Bisa Diamati dalam Keseharian Anak

Beberapa area yang bisa diperhatikan secara natural, tanpa perlu terasa seperti tes atau pemeriksaan:

  • Komunikasi dan bahasa — bagaimana anak menyampaikan keinginannya dan memahami apa yang dikatakan orang lain.

  • Motorik kasar — cara anak berlari, melompat, atau menjaga keseimbangan.

  • Motorik halus — cara anak memegang pensil, menggunakan alat makan, atau menyusun mainan kecil.

  • Kemampuan mengikuti instruksi — apakah anak bisa mengikuti arahan sederhana maupun bertahap.

  • Perhatian dan fokus — berapa lama anak bisa fokus pada satu aktivitas yang diminatinya.

  • Bermain — jenis permainan yang disukai dan bagaimana anak bermain, sendiri maupun bersama.

  • Interaksi sosial — cara anak berinteraksi dengan teman sebaya, saudara, atau orang dewasa.

  • Emosi dan regulasi — bagaimana anak mengekspresikan dan menenangkan emosinya.

  • Respons sensorik — bagaimana anak merespons suara, tekstur, cahaya, atau gerakan tertentu.

  • Kemandirian — sejauh mana anak bisa melakukan aktivitas sehari-hari sendiri.

  • Menyelesaikan aktivitas — apakah anak bisa menyelesaikan tugas sederhana sesuai usianya.


Yang Lebih Penting dari Sekadar Daftar Perilaku

Mengamati perkembangan anak bukan soal mencocokkan satu per satu dengan daftar ciri-ciri tertentu. Yang lebih penting adalah melihat pola dari waktu ke waktu, perubahan yang terjadi, konsistensi suatu perilaku di berbagai situasi, dan yang paling penting: apakah suatu kesulitan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak, seperti bermain, sekolah, atau komunikasi dengan orang di sekitarnya.


Contoh: “Anak Sulit Memakai Sepatu”

Ambil contoh sederhana: anak yang sulit memakai sepatu sendiri. Alih-alih hanya menyimpulkan “belum mandiri,” coba lihat lebih dalam: apakah anak kesulitan dari sisi motorik halus (menarik tali atau velcro), koordinasi (menyeimbangkan tubuh sambil memakai sepatu), sequencing (mengingat urutan langkahnya), atau kemampuan fokus menyelesaikan satu aktivitas sampai selesai? Melihat dari sudut pandang ini membantu orang tua memahami kesulitan anak secara lebih utuh, bukan sekadar “anak belum bisa.”


Mengamati perkembangan anak di rumah

Tips Praktis Mengamati Perkembangan Anak Sehari-Hari

  • Amati dalam situasi yang natural, bukan sengaja “menguji” anak.

  • Catat pola sederhana, misalnya di aktivitas apa anak paling sering kesulitan.

  • Bandingkan dengan kemampuan anak sendiri dari waktu ke waktu, bukan hanya dengan anak lain.

  • Perhatikan apakah kesulitan muncul di satu situasi saja atau di banyak situasi sekaligus.

  • Diskusikan observasi Anda dengan pasangan, guru, atau pengasuh untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.


Kapan Observasi Ini Perlu Dibawa ke Profesional

Jika dari pengamatan Anda muncul pola kesulitan yang cukup konsisten dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari anak — baik di rumah, sekolah, maupun pertemanan — ini saat yang baik untuk mendiskusikannya dengan profesional. Observasi yang sudah Anda kumpulkan justru menjadi informasi yang sangat berharga saat berkonsultasi, karena psikolog atau terapis dapat memahami konteks anak secara lebih lengkap, bukan hanya dari satu sesi pertemuan singkat.


Di Breakthrough for Life (BFL) Center, hasil pengamatan orang tua sering menjadi titik awal yang membantu proses asesmen perkembangan anak menjadi lebih terarah, sebelum menentukan pendekatan psikologi atau terapi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuannya bukan membuat orang tua mendiagnosis sendiri, tetapi membantu mereka lebih peka terhadap kebutuhan anak dan tahu kapan saat yang tepat untuk mencari pendampingan profesional

Comments


bottom of page