Anak Tidak Bisa Diam? Yuk Kenali Ciri Anak Autism Spectrum Disorder (ASD)

Anak Anda sering mengepakkan tangan saat senang, berputar-putar tanpa lelah, atau berjinjit sambil menggoyangkan badan. Ketika dipanggil, ia jarang menoleh. Guru atau keluarga mulai berkomentar bahwa perilaku anak terlihat berbeda dari anak seusianya. Anda mencari informasi di internet, dan dalam hati bertanya, “Apakah ini ciri anak ASD? Atau ini hanya tahap perkembangan?”
Sebenarnya, Apa Itu ASD?
ASD (Autism Spectrum Disorder) adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara anak berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan merespons lingkungannya. Ciri utamanya adalah kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial, serta pola perilaku, minat, atau gerakan yang berulang. Tanda biasanya sudah tampak sejak usia dini, dengan tingkat yang berbeda pada tiap anak. Itulah sebabnya disebut “spektrum”.
Karena itu, satu perilaku saja belum cukup untuk menyimpulkan ASD. Yang dilihat adalah gabungan beberapa tanda, seberapa lama berlangsung, dan seberapa besar pengaruhnya pada keseharian anak.
Mengepak Tangan dan Berputar-putar: Apa Itu Stimming?
Gerakan berulang seperti mengepakkan tangan (hand flapping), berputar, berjinjit, menggoyangkan badan, atau memutar roda mainan berulang kali sering disebut stimming (self-stimulatory behavior). Stimming adalah cara tubuh anak mengatur perasaan dan rangsangan di sekitarnya. Gerakan ini sering muncul saat anak sangat senang, cemas, bersemangat, atau kewalahan oleh suara, cahaya, dan keramaian.
Stimming memang lebih sering dikaitkan dengan ASD, tetapi tidak hanya muncul pada anak ASD. Yang membedakan biasanya intensitasnya: seberapa sering, seberapa lama, apakah sulit dialihkan, dan apakah mengganggu aktivitas anak.
Mengapa Perilaku Ini Bisa Muncul pada Kondisi Lain?
Mengepak tangan atau berputar tidak selalu berarti ASD. Banyak anak kecil melompat atau mengepak tangan saat gembira. Kebutuhan sensorik, kecemasan, kelelahan, atau kurangnya kesempatan bergerak aktif juga dapat menunjukkan perilaku yang tampak serupa. Kadang ASD muncul bersamaan dengan kondisi lain, sehingga anak perlu dilihat secara menyeluruh.
Tanda lain yang perlu diperhatikan: jarang menatap mata atau tidak merespons saat dipanggil, kesulitan bermain dengan teman sebaya, sangat terikat pada rutinitas dan tantrum saat rutinitas berubah, sangat sensitif atau kurang peka terhadap suara, cahaya, dan sentuhan, serta minat yang sangat terbatas pada satu hal. Tanda-tanda ini bukan diagnosis. Yang perlu diamati adalah apakah tanda itu muncul bersamaan, bertahan lama, dan memengaruhi interaksi anak dengan orang lain.
Mengenal Psikolog Anak dan Asesmen ASD
Untuk memahami penyebab di balik perilaku anak, asesmen oleh psikolog anak dapat menjadi langkah awal. Psikolog akan menggali informasi melalui wawancara dengan orang tua, observasi, dan kegiatan bermain, lalu melihat apakah perilaku anak berkaitan dengan ASD atau hal lain. Bila diperlukan, orang tua dapat diarahkan ke dokter spesialis. Hasil asesmen membantu menentukan pendampingan yang sesuai, misalnya terapi wicara untuk komunikasi, terapi okupasi untuk sensorik dan kemandirian, atau behavior therapy, tergantung kebutuhan anak.
Kapan Sebaiknya Orang Tua Mempertimbangkan Konsultasi Profesional?
Tidak semua anak yang mengepak tangan atau berputar memerlukan asesmen. Namun, beberapa kondisi berikut layak dipertimbangkan:
Gerakan berulang berlangsung lama, sering, dan sulit dialihkan.
Anak jarang merespons saat dipanggil atau kurang tertarik berinteraksi dengan orang lain.
Kemampuan bicara atau bermain tampak tertinggal dibanding anak seusianya, atau kemampuan yang sudah ada menghilang.
Anak sangat sulit menerima perubahan rutinitas dan sering tantrum.
Perilaku mengganggu aktivitas harian, sekolah, atau hubungan dengan teman.
Anak membenturkan kepala atau melukai diri secara berulang (segera cari bantuan profesional), atau Anda merasa kehabisan cara untuk mendampinginya.
Melihat anak melakukan hal yang berulang memang bisa membuat orang tua cemas, tetapi penyebabnya beragam dan diagnosis hanya bisa ditegakkan melalui asesmen langsung. Perhatikan pola perilaku anak, catat apa yang Anda lihat, dan bila mulai memengaruhi keseharian, mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat, bukan tanda bahwa Anda gagal mendampingi.
BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan layanan psikologi anak, terapi wicara, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy yang dapat membantu orang tua memahami kondisi anak dan cara menemaninya di rumah. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, BFL SQP Gading Serpong, Tangerang terbuka untuk konsultasi bersama psikolog anak.
.png)



Comments