top of page

Anak Bilingual: Benarkah Belajar Dua Bahasa Membuat Anak Terlambat Bicara?

2 days ago
2 min read
Anak bilingual belajar bicara

“Jangan ajarkan dua bahasa dulu, nanti anak bingung dan terlambat bicara.” Mom and Dad pernah mendengar hal seperti ini?Kekhawatiran tersebut sering muncul ketika orang tua ingin mengenalkan dua bahasa kepada anak.

 

Namun, benarkah anak bilingual yang belajar dua bahasa lebih berisiko terlambat bicara?

Jawabannya, tidak. Menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), kemampuan belajar dan menggunakan bahasa “does not appear to be negatively affected by learning more than one language.”


ASHA juga menjelaskan bahwa ketika kosakata dalam kedua bahasa diperhitungkan, anak bilingual memperoleh kosakata dengan kecepatan yang sebanding dengan anak monolingual. Artinya, Late Language Emergence (LLE) bukan disebabkan oleh pengenalan bahasa kedua atau karena anak mempelajari dua bahasa secara bersamaan.


Bagaimana Perkembangan Kosakata pada Anak Bilingual?

Anak bilingual dapat menggunakan kata yang berbeda pada masing-masing bahasa. Misalnya, anak mengetahui kata “bola” dalam bahasa Indonesia dan “ball” dalam bahasa Inggris. Jika hanya menghitung kata dalam satu bahasa, jumlah kosakatanya mungkin terlihat lebih sedikit. Padahal, ketika kosakata dari kedua bahasa diperhitungkan, gambaran kemampuan bahasanya bisa berbeda.Karena itu, kemampuan anak bilingual sebaiknya dilihat dari keseluruhan bahasa yang digunakan.


Kalau Anak Bilingual Mencampur Dua Bahasa?

“Mom, aku mau juice.” Mencampurkan dua bahasa saat berbicara disebut code-mixing. Hal ini dapat terjadi pada anak yang menggunakan lebih dari satu bahasa dan tidak otomatis berarti anak bingung atau mengalami keterlambatan bahasa.


Haruskah Salah Satu Bahasa pada Anak Bilingual Dihentikan?

Tidak perlu. ASHA menyatakan, “Monolingualism is not necessary and should not be advised as a response to LLE.” Orang tua tidak perlu menghentikan salah satu bahasa hanya karena khawatir anak mengalami keterlambatan bahasa. Mom and Dad dapat menggunakan bahasa yang paling nyaman dan dikuasai saat berinteraksi dengan anak. Berikan waktu untuk merespons dan ajak anak berkomunikasi melalui kegiatan sehari-hari.


Kapan Anak Bilingual Perlu Konsultasi dengan Terapis Wicara?

Belajar dua bahasa bukan alasan untuk menunda pemeriksaan.Jika anak memiliki kosakata yang sangat terbatas, sulit memahami perkataan, sulit menyampaikan keinginan, atau perkembangan komunikasinya tidak menunjukkan kemajuan, konsultasi dengan Terapis Wicara dapat membantu. Dalam menilai anak bilingual, kemampuan anak perlu dilihat pada seluruh bahasa yang digunakan untuk membedakan variasi perkembangan bahasa dengan keterlambatan bahasa. Jadi, Anak Bilingual Pasti Terlambat Bicara?

Tidak.

Belajar dua bahasa tidak menyebabkan keterlambatan bahasa. Setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang berbeda. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan berkomunikasi melalui interaksi yang konsisten, bermakna, dan menyenangkan.


BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan layanan psikologi anak, terapi wicara, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy untuk membantu orang tua memahami kondisi anak dan cara menemaninya di rumah.

Comments


bottom of page