top of page

Ciri Anak Disleksia yang Perlu Diketahui Orang Tua

6 days ago
2 min read

Ciri anak disleksia

Anak sudah diajari membaca berkali-kali, tapi tetap kesulitan mengenali huruf yang sama. Menulis pun sering terbalik-balik. Gurunya bilang anak “kurang latihan,” tapi Anda merasa ada yang berbeda dibanding anak lain seusianya.


Ciri anak disleksia yang perlu diketahui orang tua sebenarnya bisa dikenali dari pola kesulitan membaca dan menulis yang menetap, bukan sekadar anak yang belum lancar karena masih baru belajar. Disleksia bukan berarti anak malas atau kurang pintar — ini berkaitan dengan cara otak memproses bahasa tertulis.


Apa Itu Disleksia, secara Sederhana

Disleksia adalah kesulitan belajar yang secara khusus memengaruhi kemampuan membaca, termasuk mengenali kata, mengeja, dan kadang memahami hubungan antara bunyi dan huruf. Ini bukan berkaitan dengan tingkat kecerdasan anak, dan banyak anak dengan disleksia justru sangat mampu di bidang lain.


Ciri Anak Disleksia yang Bisa Terlihat Sehari-hari

Beberapa pola yang sering muncul pada anak dengan kesulitan membaca:

  • Kesulitan mengenali atau membedakan bunyi — misalnya sulit membedakan bunyi huruf yang mirip.

  • Kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf — anak tahu bunyinya tapi bingung huruf mana yang mewakilinya.

  • Kesulitan membaca kata — sering menebak kata daripada membacanya secara utuh.

  • Membaca lebih lambat atau butuh usaha lebih besar — dibanding anak seusianya untuk teks yang sama.

  • Kesulitan mengeja — kesalahan mengeja yang berulang meski sudah sering dilatih.

  • Kesulitan mengingat urutan — misalnya urutan huruf dalam kata atau urutan hari dalam seminggu, jika relevan.


Ciri anak disleksia

Tanda Bisa Berbeda di Setiap Usia

Pada anak prasekolah, tanda yang mungkin muncul lebih ke arah kesulitan mengenali huruf atau bunyi. Pada anak usia sekolah dasar, tanda lebih terlihat pada kesulitan membaca lancar, mengeja, atau memahami bacaan. Karena itu, penting melihat pola sesuai tahap perkembangan anak, bukan menyamaratakan semua usia.


Baru Belajar vs. Pola Kesulitan yang Menetap

Hampir semua anak mengalami kesulitan saat baru belajar membaca — ini bagian normal dari proses belajar. Yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah ketika kesulitan tersebut menetap dalam waktu lama meski sudah mendapat latihan yang cukup, dan tampak jauh berbeda dibanding kemajuan anak-anak lain di kelas yang sama.


Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

  • Hindari membandingkan anak dengan saudara atau temannya yang sudah lancar membaca.

  • Jangan memberi label “malas membaca” — ini bisa membuat anak semakin tidak percaya diri.

  • Beri dukungan dengan cara yang positif, misalnya membaca bersama tanpa tekanan.

  • Komunikasikan dengan guru untuk memahami bagaimana anak belajar di sekolah.

  • Catat pola kesulitan yang konsisten untuk didiskusikan dengan profesional bila diperlukan.


Kapan Perlu Asesmen Profesional

Satu tanda saja tidak berarti anak pasti disleksia. Identifikasi disleksia membutuhkan evaluasi yang sesuai dari profesional yang berpengalaman, bukan simpulan dari observasi sesaat di rumah. Pertimbangkan asesmen bila pola kesulitan membaca dan menulis anak menetap dalam waktu cukup lama, tidak membaik meski sudah diberi latihan tambahan, dan mulai memengaruhi rasa percaya diri atau performa anak di sekolah.


Di Breakthrough for Life (BFL) SQP Gading Serpong, Tangerang, asesmen perkembangan dapat membantu memahami apakah kesulitan membaca anak berkaitan dengan pola tertentu yang perlu ditangani lebih lanjut, dan tim psikolog dapat membantu menyusun pendekatan dukungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kenali tanda, pahami kebutuhan anak, dan cari bantuan yang tepat bila diperlukan — bukan untuk memberi label, tapi untuk membantu anak belajar dengan cara yang paling sesuai untuknya.

Comments


bottom of page