top of page

Bermain dengan Alam dan Hewan: Cara Menyenangkan Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Oct 16
3 min read

Akhir pekan ini Anda mengajak anak berkunjung ke taman. Seekor anjing tiba-tiba berjalan ke arah kalian. Anak Anda langsung menjerit, menangis keras, lalu memanjat ke gendongan dan membenamkan wajah di

bahu Anda. Anda pun bertanya-tanya: “Apakah ini wajar? Dan adakah cara yang menyenangkan agar ia perlahan berani mengenal alam dan hewan?”

Mendukung tumbuh kembang anak dengan bermain di alam

Apa Itu Bermain dengan Alam dan Hewan?

Bermain dengan alam adalah aktivitas yang dilakukan di luar ruangan dan bersentuhan langsung dengan unsur alam, misalnya berkebun, bermain tanah, pasir, atau air, berjalan di taman, hingga mengamati serangga dan tanaman. Sementara bermain dengan hewan berarti berinteraksi secara aman dan terarah dengan hewan, seperti mengelus, memberi makan, dll.


Manfaat yang paling sering dikaitkan dengan aktivitas ini: melatih motorik kasar dan halus, memberi pengalaman sensorik yang beragam, membantu anak lebih tenang dan mengenali emosinya, menumbuhkan rasa percaya diri, serta melatih empati, kesabaran, dan tanggung jawab. Hasilnya tentu berbeda pada tiap anak, tergantung usia, karakter, dan kebutuhannya.


Mengapa Alam dan Hewan Bisa Mendukung Tumbuh Kembang Anak?

Alam menyediakan stimulasi multisensorik yang alami: tekstur tanah yang basah atau kering, aroma rumput, suara angin dan burung, serta cahaya yang berubah sepanjang hari. Anak juga bebas bergerak, berlari, memanjat, jongkok, dan menggali, sehingga keseimbangan, kekuatan otot, dan koordinasi tubuhnya ikut terlatih. Sedangkan hewan memberi pengalaman yang berbeda: mereka merespons tanpa menghakimi, sehingga anak belajar membaca isyarat nonverbal, bersikap lembut, sabar, dan bergiliran. Bagi sebagian anak, memulai interaksi dengan hewan terasa lebih mudah dibanding langsung berinteraksi dengan orang lain.


Beberapa tanda anak yang mungkin terbantu dengan kegiatan ini: tampak lebih tenang atau ceria setelah bermain di luar ruangan, antusias saat melihat hewan, memiliki energi berlebih dan sulit duduk lama, kesulitan memulai interaksi dengan teman, atau kurang percaya diri saat mencoba hal baru. Perlu diingat, anak yang tampak takut atau menghindar dari hewan juga tidak boleh dipaksa. Pendekatan yang terlalu cepat justru bisa membuat rasa takutnya bertambah. Tidak semua anak merasa nyaman dengan hal yang sama. Ada anak yang sensitif terhadap bau, suara, atau tekstur bulu, ada yang takut, dan ada pula yang punya alergi. Karena itu, kenali respons anak lebih dulu, mulai dari jarak yang nyaman, dan jangan memaksa. Keselamatan dan kenyamanan anak serta hewan harus selalu menjadi prioritas utama.


Mengenal Nature-Based Therapy: Ketika Alam dan Hewan Digunakan Secara Terarah

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam dunia terapi anak adalah nature-based therapy, yaitu pendekatan yang memanfaatkan elemen alam, seperti tanaman, tanah, air, ruang terbuka, dan interaksi dengan hewan, sebagai bagian dari proses mendukung perkembangan anak. Berbeda dengan sekadar bermain, kegiatannya dirancang dan didampingi oleh profesional, sehingga setiap aktivitas disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing anak.


Dalam praktiknya, seorang terapis mengamati bagaimana anak merespons lingkungan dan hewan, lalu menyesuaikan aktivitas, jarak, dan tingkat tantangannya secara bertahap. Ini adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan sebagai bagian dari dukungan yang lebih luas bagi sebagian anak, tergantung kebutuhan individu dan tujuan yang ditetapkan bersama seorang profesional.


Kapan Sebaiknya Orang Tua Mempertimbangkan Konsultasi Profesional?

Sebagian besar kesulitan pada anak adalah hal yang wajar dalam proses tumbuh kembang, sehingga tidak selalu membutuhkan penanganan profesional. Meski begitu, beberapa kondisi berikut layak dijadikan alasan untuk mulai berkonsultasi:

  • Anak sangat takut pada hewan atau area luar ruangan sampai menghindar dan menangis hebat.

  • Anak sulit tenang, sulit fokus, atau mudah meledak emosinya meski sudah sering diajak bergerak dan bermain di luar.

  • Ada kesulitan berinteraksi atau berkomunikasi yang tampak menonjol dibanding anak-anak seusianya.

  • Anak sangat sensitif terhadap tekstur, suara, atau bau tertentu, sampai memengaruhi keseharian.

  • Perilaku anak mengganggu aktivitas sehari-hari, sekolah, atau hubungannya dengan orang di sekitarnya.

  • Anda merasa cemas dengan perkembangan anak secara keseluruhan, atau sudah kehabisan ide untuk menyikapinya.


BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, adalah pusat yang menyediakan layanan psikologi anak serta dukungan tumbuh kembang dan terapi anak. BFL juga menghadirkan pendekatan berbasis alam dan interaksi dengan hewan, yang dapat digunakan sebagai salah satu cara mendukung tumbuh kembang anak, sesuai dengan kebutuhan yang dinilai oleh tim profesional.

 


Comments


bottom of page