top of page

ADHD, Kecemasan, atau Hal Lain? Yuk, Kenali Penyebab Anak Sulit Mengendalikan Diri

2 days ago
3 min read
ADHD Child

Anak Anda sulit duduk tenang saat makan, mudah teralihkan saat belajar, dan sering memotong pembicaraan. Guru melaporkan ia tidak bisa fokus di kelas, dan sebagian orang menyarankan, “Mungkin dia ADHD.” Anda mencari informasi di internet, lalu semakin bingung karena gejalanya tampak cocok dengan banyak hal. Dalam hati Anda bertanya-tanya: “Apakah ini ADHD? Atau ada penyebab lain yang belum saya sadari?”


Sebenarnya, Apa Itu ADHD?

ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah kondisi perkembangan saraf yang ditandai kesulitan mempertahankan perhatian, aktivitas yang berlebihan, dan perilaku impulsif. Gejalanya perlu tampak lebih dari satu situasi, misalnya di rumah dan di sekolah, berlangsung cukup lama, serta mengganggu keseharian anak.


Karena itu, anak yang aktif, mudah bosan, atau sesekali sulit fokus belum tentu memiliki ADHD. Banyak anak memang energik, dan perilaku seperti ini sering merupakan bagian dari tahap perkembangannya.


Mengapa Gejala yang Mirip ADHD Bisa Muncul pada Kondisi Lain?

Sulit fokus, gelisah, dan impulsif adalah perilaku yang dapat muncul karena berbagai sebab. Pada sebagian anak, kecemasan yang tinggi membuat pikiran sibuk dan tubuh tidak bisa tenang. Pada anak lain, kesulitan belajar, kebutuhan sensorik, tantangan dalam komunikasi sosial, gangguan tidur, atau tekanan emosional akibat perubahan besar dapat menunjukkan perilaku yang tampak serupa. Kadang, ADHD juga muncul bersamaan dengan kondisi lain, sehingga anak perlu dilihat secara menyeluruh.


Beberapa tanda yang perlu diperhatikan: sulit duduk tenang atau sering bergerak berlebihan, mudah teralihkan dan sering lupa instruksi, sulit menunggu giliran, sering memotong pembicaraan, meledak-ledak saat frustrasi, serta kesulitan menyelesaikan tugas hingga tuntas. Tanda-tanda ini bukan diagnosis. Yang perlu diamati adalah di mana saja perilaku itu muncul, berapa lama berlangsung, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap keseharian anak.


Cara Membantu Anak Mengelola Dirinya di Rumah

Sambil menunggu penilaian profesional, ada beberapa hal yang dapat membantu. Rutinitas yang jelas dan konsisten, instruksi singkat satu per satu, jeda gerak di sela belajar, serta pujian atas usaha kecil dapat membantu anak merasa lebih terarah. Catatan sederhana tentang kapan dan di mana perilaku muncul juga berguna untuk dibawa saat konsultasi.


Meski begitu, setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Hindari melabeli anak sebagai “nakal” atau “bandel”, sebab hal ini dapat memengaruhi cara ia memandang dirinya sendiri.


Mengenal Psikolog Anak dan Asesmen Psikologis

Untuk memahami penyebab di balik perilaku anak, asesmen oleh psikolog anak dapat menjadi langkah awal. Psikolog akan menggali informasi melalui wawancara dengan orang tua, observasi, dan kegiatan bermain, lalu melihat apakah perilaku anak berkaitan dengan aspek perhatian, emosi, kemampuan belajar, atau hal lain. Bila diperlukan, orang tua dapat diarahkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Hasil asesmen membantu menentukan pendampingan yang sesuai, misalnya behavior therapy atau terapi okupasi, tergantung kebutuhan anak.


Kapan Sebaiknya Orang Tua Mempertimbangkan Konsultasi Profesional?

Anak yang aktif dan sesekali sulit fokus adalah hal yang wajar, sehingga tidak semua anak memerlukan asesmen. Namun, beberapa kondisi berikut layak dijadikan pertimbangan untuk berkonsultasi:

  • Sulit fokus, gelisah, atau impulsif berlangsung lama dan tidak kunjung membaik.

  • Perilaku muncul di lebih dari satu tempat, seperti di rumah dan di sekolah.

  • Prestasi belajar atau hubungan dengan teman terganggu.

  • Anak sering mengalami tantrum atau perilaku agresif yang sulit ditangani.

  • Anak tampak cemas, tegang, atau sering mengeluh sakit tanpa sebab medis yang jelas.

  • Anak mengatakan ingin menyakiti diri atau tidak ingin hidup (segera cari bantuan profesional), atau Anda merasa kehabisan cara untuk mendampinginya.


Sulit fokus dan sulit mengendalikan diri memang bisa membuat orang tua cemas, tetapi penyebabnya beragam. Memahami penyebabnya terlebih dahulu membantu orang tua menentukan langkah yang tepat. Perhatikan pola perilaku anak, catat apa yang Anda lihat, dan bila mulai memengaruhi keseharian, mencari bantuan profesional adalah langkah yang tepat, bukan tanda bahwa Anda gagal mendamp

ingi.


BFL SQP Gading Serpong, Tangerang, menyediakan layanan psikologi anak, terapi wicara, terapi okupasi, behavior therapy, dan Kinesiology Therapy yang dapat membantu orang tua memahami kondisi anak dan cara menemaninya di rumah. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, BFL SQP Gading Serpong, Tangerang terbuka untuk konsultasi bersama psikolog anak

Comments


bottom of page